Saya udah lama banget gak nulis tentang tempat, produk, jasa, atau apapun diluar tema parenting dan diri sendiri. Akhir-akhir ini kayak nulisnya tentang parenting dan diri sendiri terus. Kayak terjebak dan gak bisa nulis diluar tema itu. Kenapa ya? Setelah saya analisis inilah penyebabnya!

1. Peran yang sedang saya emban
Kurang lebih sudah 4 tahun saya memiliki peran sebagai istri dan ibu. Jadi apa yang saya bicarakan gak jauh-jauh dari dua peran ini

2. Kurang baca buku diluar tema parenting dan diri sendiri
Ternyata peran sangat berpengaruh terhadap buku-buku yang kita baca. Saya pernah ikut kelas membaca bermakna dan disana dibahas kalau buku-buku yang sering kita baca biasanya menunjukan peran apa yang sedang kita emban

3. Jarang blogwalking
Ini ngaruh banget buat saya, yang diliat hanya blog sendiri jadi ya gitu-gitu aja tulisannya

4. Gak pernah ikut lomba blog lagi
Biasanya lomba blog ini yang bikin kita mau nulis tema-tema diluar tema yang kita sukai dan kuasai. Kita dituntut untuk cari banyak referensi, riset, dan mengolahnya menjadi sebuah tulisan. Emang ikut lomba blog itu bisa ngasah keterampilan menulis

5. Gak punya big why
Rasanya si big why ini memang diperlukan untuk berbagai macam hal. Kalau gak punya big why untuk melakukan sesuatu biasanya ya gak ada motivasi. Big why saya menulis itu apa sih? Apa hanya sekedar kejar setoran atau untuk sesuatu yang lain? Rasanya saya harus mulai meresapi dan menengok lagi apa big why saya sebenarnya dalam bidang menulis

Mungkin itu empat hal yang mempengaruhi saya kesulitan untuk menulis tema-tema diluar tema parenting dan tema diri sendiri. Dan yang pasti akhir-akhir ini saya memang kurang baca buku. Rasanya selain mengembalikan semangat menulis, saya harus mengembalikan juga semangat membaca. Bukan hanya bergabung dengan komunitas menulis, tapi harus bergabung juga dengan komunitas membaca. Karena buktinya dengan challange menulis di KLIP saya selalu bisa memaksakan untuk menulis.

View Post


Masya Allah, kita sudah sampai di penghujung bulan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah swt dan amal ibadah kita kedepannya diluar bulan Ramadhan menjadi lebih baik lagi.

Di penghujung bulan Ramadhan ini, suka dan suka menyelimuti umat muslim di Indonesia dan di seluruh dunia. Suka karena kita telah menempa diri selama 30 hari penuh dengan berjuang melawan hawa nafsu. Duka umat muslim Indonesia karena belum bisa mudik ke kampung halaman, juga kabar wafatnya salah satu ulama kita Ustadz Tengku Zulkarnain disebabkan karena terkena covid-19, semoga Allah mewafatkan beliau dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin

Sementara, duka umat muslim di seluruh dunia adalah serangan Israel terhadap masyarakat Palestina. Di malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Israel menyerang Al-Quds dengan menembakan senjata api dan juga rudal. Saat itu masyarakat Palestina sedang khusyuk beribadah kepada Allah, namun dengan angkuhnya para tentara Israel menyerang Al-Quds dengan membabi buta. Kabarnya hingga saat ini sudah gugur 30 orang syuhada dan ratusan orang mengalami luka-luka.

Berawal dari perebutan wilayah puluhan tahun silam, peperangan ini tak kunjung berakhir. 90 tahun sudah Palestina dijajah, 14 tahun sudah wilayah Gaza di blokade.

Pagi tadi berkesempatan menyimak langsung kabar dari Palestina di MQ Pagi bersama Aa Gym dan Bang Onim. Bang Onim adalah salah satu relawan kemanusiaan dari Indonesia yang berada di tanah Palestina. Beliau menceritakan kondisi saat ini, tentara Israel masih melakukan penyerangan dengan menembakan senjata api dan melemparkan rudal. Beliau pun belum bisa keluar rumah karena keadaan masih sangat genting.

Beliau mengatakan, dari masyarakat Palestina kita belajar makna kesabaran, ketabahan, dan semangat membela agama. Mereka tidak takut lagi mati karena mereka tau mati dalam peperangan ini akan masuk surga. Keluarga yang tau salah satu anggotanya wafat, satu menit pertama akan bersedih, tapi satu jam kemudian merasa bangga karena telah ada keluarganya yang wafat di jalan Allah dan kelak akan menjadi syafaat. Bahkan mereka menempelkan nama-nama anggota keluarga yang syuhada di pintu-pintu rumah mereka.

Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan tempat yang mulia untuk masyarakat Palestina.

View Post

Belum selesai baca semua, tapi pingin share insight yang di dapet. Masya Allah.. banyak pelajaran yang bisa diambil dari kisah-kisah dalam buku Sunnah Sedirham Surga. Indahnya akhlak dan adab dari para ulama dari zaman salaf hingga khalaf tertuang dalam buku ini. 

Dimanakah kita?

Ketika kita masih berbangga dengan karya yang belum seberapa, Imam Asy-Syafi'i mengatakan, "Betapa inginnya aku, agar semua ilmu ini dipelajari manusia tanpa perlu menyebut-nyebut namaku", padahal kita tau karya-karyanya sungguh luar biasa.

Ketika kita masih merasa aman dengan amalan-amalan yang belum seberapa, Imam Abu Dawud ketika berada di sebuah perahu, hanya demi mendo'akan seorang yang didengarnya bersin di tepian, rela membalikkan perahu yang ditumpanginya.

Ketika kita merasa sudah melakukan yang terbaik, Ibnu Taimiyah justru mengurusi jenazah,  menghibur dan menyantuni keluarga seseorang yang telah menjadikannya sengsara bertahun-tahun, memenjarakannya, menyiksanya, bahkan nyaris membunuhnya. Ia membalas hal buruk dengan kebajikan.

Ketika dengan mudahnya kita membid'ahkan saudara yang berbeda pemahaman, tengoklah Atha' bin Abi Rabah. Pendapat fiqihnya pernah dianggap miring, namun setelah 13 abad pendapat Atha' akhirnya menemukan tempat dan waktu yang tepat.

Dimanakah kita?

Teringat kajian Ustadz Eko Guntur tentang hal bid'ah ini

Saat ini, begitu mudah orang mengecap sesuatu sebagai BIDAH hanya dengan argumen sederhana: GA ADA CONTOHNYA DARI NABI. 

Kelompok ini mendefinisikan bidah sebagai segala perkara agama yang tidak ada contohnya dari Nabi. Ini adalah definisi yang mutlak salah.

Jika kita menggunakan definisi di atas, maka kita harus mengatakan jilbab sebagai bidah, karena sudah pasti Nabi tidak pernah memberikan contoh. 

Membaca Alquran menggunakan mushaf adalah perkara lain yang harus dianggap bidah, karena Rasulullah tidak pernah mencontohkan. Orang pertama yg membuat kebijakan membuat mushaf adalah Abu Bakar. Jadi, jika kita pakai definisi di atas, maka kita harus katakan Abu Bakar pembuat bidah, Abu Bakar sesat, Abu Bakar di neraka. Kita menjaga diri dari mengucapkan yg demikian.

Shalat taraweh berjamaah di masjid SEBULAN PENUH harus dikategorikan bidah karena Rasulullah cuma memberi contoh tiga hari. Yang pertama melakukannya adalah Umar. Berarti Umar pembuat bidah, Umar sesat, Umar di neraka. Siapa kira2 yg senang dg kalimat ini?
Adzan dua kali sebelum jumat harus dikatakan bidah, karena Rasulullah tidak memberi contoh. Orang pertama yang melaksanakannya adalah Usman. Berarti Usman adalah ahli bidah, Usman sesat, Usman di neraka!

Jadi, kita harus meninggalkan definisi bidah di atas, karena tidak bisa mengkaver seluruh ajaran Islam yang tidak dicontohkan langsung oleh Nabi.
View Post

Ramdahan sudah memasuki hari ke-15. Apa kabar Ramadhannya? Adakah yang sudah khatam tilawahnya? Atau full tarawihnya? Semoga kita selalu mempersembahkan yang terbaik setiap harinya ya. Ini adalah tulisan lama yang masih sangat relevan untuk saat ini. Cukup menjadi pengingat dan penyemangat dikala mulai futur.

1. Make Plan
Membuat rencana Ramadhan selama satu bulan. Ini seharusnya dilakukan jauh-jauh hari sebelum Ramadhan. Tapi tidak ada kata terlambat, kita bisa mengubahnya menjadi rencana harian atau mingguan. Misalnya, setiap hari sebelum tidur kita membuat rencana untuk esok hari. Lebih baik merencanakan lalu gagal daripada gagal berncana. Tapi akan lebih baik lagi merencanakan lalu berhasil bukan?

2. Memanage Waktu Tidur
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat mempengaruhi aktivitas kita sepanjang hari. Kalau kurang tidur, tensi darah naik, dan jadi mudah bad mood.

3. Shaum Gadget
Ini yang seringkali memakan banyak waktu. Kita harus bisa lebih menahan diri untuk buka bbm, whatsaap, path, instagram, twitter, facebook, dan lain-lain. Sosial media bisa merampas waktu tanpa kita sadari. Selain shaum makan, minum, hawa nafsu, kita mesti belajar shaum gadget juga.

4. Menghidupkan Sunnah
Yang wajib mah sudah pasti harus dikerjakan, yang sunnah ini kadang-kadang terlupakan. Yuk semangat menghidupkan sunnah! Rakaat dhuha dan tahajudnya diperbanyak, rawatib dan tarawihnya jangan ditinggal, buka shaum dengan kurma, membaca Surah Al-Mulk sebelum tidur, dan amalan sunnah lainnya.

5. Asupan Yang Baik
Buat menu sahur yang bervariasi, jangan hanya makan daging-dagingan atau sayur-sayuran saja. Begitu juga dengan menu buka puasa, jangan hanya makan goreng-gorengan dan yang dingin-dingin saja. Boleh saja sesekali asal tidak setiap hari. Selalu sediakan juga buah-buahan dan jangan makan makanan yang terlalu pedas. Menjaga kesehatan selama Ramadhan sangat penting supaya ibadah kita maksimal.

6. Pelajari Lagi Fiqih Shaum dan Menghadiri Majelis
Ada baiknya untuk membaca kembali fiqih shaum, karena bisa saja ada hal-hal yang kita lupa yang berakibat tidak diterimanya ibadah shaum kita. Karena yang terpenting adalah diterima atau tidaknya ibadah kita. Karena ibadah yang sah belum tentu diterima, tapi ibadah yang diterima sudah pasti sah. Menghadiri majelis juga dapat mengupgrade ilmu serta keimanan kita.

7. No Toleransi!
Jangan banyak mentoleransi diri untuk melakukan sesuatu yang banyak merugikan diri. Jangan banyak mengampuni diri untuk menghabiskan waktu dengan sesuatu yang sia-sia. Sangat perlu untuk memberi punishment kalau gagal mencapai target Ramadhan, dan memberi awards kalau berhasil mencapai target Ramadhan.

Ini Producvtive Ramadhan versi saya. Dan teman-teman bisa buat versi masing-masing sesuai kebutuhan. How to make our productive Ramadhan? Jawabannya ada pada diri masing-masing karena setiap orang pasti memiliki aktivitas dan target yang berbeda-beda. Selamat menjalankan ibadah shaum, semoga hari-hari kita selalu semangat dan berkah :)
View Post

Narasumber: Ustadzah Rini (IAIN Langsa)

Pola didikan Maryam sudah dimulai jauh sebelum Maryam ada. Fokus pertama pada saat itu adalah ibunya. Seiring dengan Hannah membangun hubungan kuat dengan Tuhannya, ia juga mematangkan sisi emosionalnya juga. 

Hannah, yang pernah divonis mandul, tidak mengutuk takdir, tidak pula mencaci-maki Tuhan dan mempertanyakan keadilannya. Sebaliknya, yang ia lakukan adalah berharap dan tetap berdoa dengan konsisten, diiringi kepercayaan penuh kepada Tuhannya sebagai penggenggam takdir dan Maha pencipta yang Kuasa atas segalanya. 

Dan karena konsistensi ini, doa Hannah dikabulkan Allah. Ia mengandung. Sejak dalam kandungan, ibunda Maryam senantiasa berdoa tanpa putus untuk kebaikan Maryam, bukan hanya itu, bahkan Hannah pun mendoakan keturunannya pula, agar dilindungi oleh Allah dari syaitan. Hannah senantiasa berharap, bahwa anaknya kelak dapat hidup di lingkungan dan masyarakat yang baik. Karena itu, Hannah sudah bercita-cita, dengan bernadzar, akan menitipkan anaknya menjadi seorang Abid di Baytul Maqdis ketika itu. 

Setelah Maryam lahir, Zakaria, yang juga merupakan paman Maryam sendiri terpilih menjadi seseorang yang akan mengasuh Maryam. Nabi Zakaria adalah suami dari adik Hannah yang berarti adalah Paman Maryam sendiri. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa, Allah memilihkan Zakaria sebagai pengasuh Maryam ketika itu karena tiga hal: Pertama, Zakaria memiliki hubungan saudara dengan Maryam. Maka, diharapkan Maryam yang pada saat itu telah yatim, tidak memiliki ayah lagi, tetap mendapatkan kasih sayang yang seimbang. Kedua: Zakaria adalah salah seorang pemuka Agama pada masa itu. Beliau juga seorang Nabi, maka diharapkan Maryam bisa belajar ilmu keagamaan dari beliau. Ketiga: nabi Zakaria pada masa itu belum mempunyai anak. 
Disini ada hikmah lain, karena biasanya, yang belum memiliki anak, biasanya akan teramat menyayangi anak yang dititipkan kepadanya, tanpa ada rasa pilih kasih dengan anaknya sendiri.

Darisini dapat disimpulkan, bahwa mulai dari dalam kandungan, Maryam telah diharapkan dan telah didoakan sedemikian rupa oleh orang tuanya. Pun, telah disusun rencana-rencana matang, agar Maryam kelak menjadi anak yang dekat pada Tuhannya dan bebas dari segala kebanggaan duniawi. Kemudian terlihat setelah lahir dan pada masa sebelum baligh, telah dipilihkan seorang guru untuk Maryam, yang adalah seorang Nabi juga adalah Pamannya sendiri.
View Post

Buku Pintar Iman Islam (BPII) adalah paket buku yang berjumlah 12 jilid yang disusun untuk menemani orang tua dalam mendampingi belajar anak-anaknya untuk mengenal iman dan islam. Memahami iman dan islam jadi mudah dan menyenangkan karena ada 5 pelengkap tambahan yang akan menemaninya.

Awalnya tau buku ini dari Teh Karin, akhirnya ikutan program cicilan yang kebetulan lagi diskon juga 35%. Dalam satu buku isinya sistematis, ada penjelasan 5w+1h tentang iman dan islam, kisah-kisah para nabi dan sahabat, dan komik anak yang berkaitan dengan tema buku.

Bahasanya sederhana dan mudah dimengerti untuk anak usia sekolah dasar, tapi tentu harus dengan bimbingan orangtua. Tapi bagi saya buku ini juga sangat bagus untuk orang dewasa, karna rukun iman dan rukun islam adalah landasan hidup kita. Tentu kita hafal rukun iman dan rukun islam sejak kecil, tapi terkadang saat ditanya bagaimana kita tidak mengerti dan tidak bisa menjelaskan apa sebenarnya makna dari rukun-rukun tersebut. Membaca buku paket ini kita jadi paham secara utuh dan sistematis apa itu rukun iman dan rukun islam.

Berikut ini adalah judul-judul buku dan pelengkap yang ada di dalam paket Buku Pintar Iman Islam (BPII):

A. Paket Utama
1. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengenal Iman & Islam
2. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Allah
3. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Para Malaikat
4. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Kitab-Kitab Allah
5. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Nabi & Rasul Allah
6. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Hari Kiamat
7. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Mengimani Qadha & Qodar
8. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Pintar Bersyahadat 
9. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Pintar Shalat
10. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Pintar Berzakat
11. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Pintar Berpuasa
12. Ayah-Bunda, Bimbing Aku Pintar Berhaji

B. Paket Pelengkap
1. Al-Quran Kalamy
2. Satu Set Kartu Ibadah Augmented Reality
3. Satu Kotak Haji Augmented Reality
4. Puzzle Manasik Haji ukuran A2
5. Game Board Tawaf

Harga bukunya memang cukup pricey, tapi dengan skema cicilan insya Allah memudahkan. Dan sejauh ini tidak menyesal memilikinya, karena memang sangat membantu kita dan anak-anak belajar tentang iman dan islam. Yang mana iman dan islam ini adalah landasan dari kehidupan kita.
View Post

 

My First Arabic Activity Pack adalah salah satu mainan edukasi yang saya putuskan untuk membelinya. Karena saya jarang sekali beli mainan edukasi yang harganya diatas seratus lima puluh ribu rupiah. Selain karena melihat fungsi dan manfaatnya, anak saya pun masih berusia 3 tahun.

Mainan edukasi ini pertamakali saya lihat di status salah satu teman. Waktu itu belum tertarik untuk membelinya. Seiring berjalannya waktu saya membutuhkan banyak media pembelajaran untuk kegiatan belajar dan mengajar saya di lembaga privat. My First Arabic Activity Pack ini keliatannya cocok untuk media pembelajaran murid-murid saya. Saat saya membelinya, My First Arabic Activity Pack ini lagi open PO batch kesekian, tapi harus menunggu 1-2 bulan lagi. Jadi saya putuskan untuk mencari produk yang ready di marketplace. Dan alhamdulillah dapat harga PO yaitu seratus lima puluh delapan ribu rupiah, sementara harga normalnya seratus sembilan puluh lima ribu rupiah.

My First Arabic Activity Pack ini dikeluarkan oleh Shaff Media Indonesia, penyedia produk edukasi anak muslim. Saya tidak tahu SMI ini sudah mengeluarkan berapa banyak mainan edukasi, tapi keliatannya ini baru pertamakali. Di box nya tertera tulisan 3+ ages jadi mainan ini diperuntukkan bagi anak berusia diatas 3 tahun. Dengan tagline a new fun way to learn arabic, produk ini bertujuan mengenalkan kosakata arab pada anak dengan cara menyenangkan. Yuk kita bahas ada apa aja isinya!

1. Spidol weap and clean
2. Box packaging corrugated 315x23x75mm, estimasi berat 1000g laminasi glossy
3. 28 kartu dengan 56 kosakata bahan art carton laminasi 260 gsm
4. 28 kartu kontrol 260gsm
5. 4 alas pilah posisi huruf hijaiyah
6. Free 214 digital flashcard
7. 370 pcs huruf hijaiyah beserta harokatnya bahan evafoam ketebalan 4mm

Kartu kosakata arabnya ada banyak tema:
1. 53 kartu hewan
2. 36 kartu anggota tubuh
3. 18 kartu buah
4. 44 pcs kartu benda sekitar
5. 24 pcs kartu bendera
6. 11 kartu transportasi
7. 18 kartu bentuk dan warna
8. 10 kartu anggota keluarga

Apa saja aktivitas yang bisa dilakukan dengan 1 set produk My First Arabic Activity Pack?
1. Sorting
2. Sequencing
3. Reading
4. Writing

Menurut saya aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah belajar huruf hijaiyah. Tapi, produk hanyalah sekedar produk kalau anak hanya dibiarkan main sendiri, orangtua atau orang dewasa juga harus tetap mendampingi ya.

View Post