Staycation di Grand Tebu Hotel Bandung

Gak mesti jauh-jauh, liburan juga bisa dilakukan di dalam kota tempat tinggal kita sendiri. Konsep liburan di dalam kota disebut dengan staycation. Disingkat dari kata 'stay' (tetap) dan 'vacation' (liburan) itulah asal ungkapan staycation.

Kegiatan yang bisa dilakukan untuk staycation antara lain piknik ke taman bermain, mengunjungi museum, menikmati festival dan event, sampai menginap di hotel atau vila.

Staycation bisa jadi alternatif liburan bagi siapapun yang pingin menghilangkan penat tapi cuma punya waktu singkat atau budget minim.

Memanfaatkan waktu libur yang sebentar, kami memilih untuk menginap di hotel. Sebelumnya, kami mencari hotel yang dilengkapi fasilitas kolam renang dan sarapan pagi, dengan menyesuaikan budget juga tentunya. Muncul-lah beberapa pilihan hotel di sekitaran kota Bandung, namun pada akhirnya pilihan kami jatuh pada Grand Tebu Hotel Bandung. Bermodalkan membaca review di beberapa situs.

Out of expectation.

Kalimat yang pertama kali muncul di benak saya dan suami. Penyambutan yang kurang ramah, tempat parkir yang susah, dan karyawan yang kurang membantu.

Setelah mendapatkan kunci, kami segera menuju kamar di lantai (lupa lagi). Begitu masuk, taraaaaa! Kasurnya single bed. Kami langsung complain via telepon, karena kami merasa pesan double bed. Mereka hanya jawab, "Nanti kalau ada kamar double bed yang kosong dipindah." Akhirnya sampai pulang tidak ada respon apa-apa.

Bertambahlah poin minusnya.

Fasilitas kamar lengkap dan semuanya berfungsi dengan baik. Ukuran kamar standar kira-kira 3m x 7m, rasanya kurang cocok membawa toodler yang sedang aktif-aktifnya lari kesana kemari, gampang kejedot furniture. Pemandangan kamar cukup bagus, yaitu lampu-lampu perkotaan yang menyala saat malam.

Sorenya kami mengecek kolam renang di lantai paling atas. Ternyata kolamnya kecil, lebih cocok untuk anak-anak. Untuk ukuran orang dewasa terlalu sempit. Akhirnya mengurungkan niat buat berenang. Selain kolam renang, diatas ada tempat fitness juga.

Tapi gak minus semuanya kok, mungkin saat itu kami lagi kurang beruntung aja. Poin minusnya terbayarkan dengan makanannya. Makanannya banyak, enak, menunya variatif.

Kalau dinilai secara keseluruhan, menurut saya 7.8 dari 10. Mau bintang berapapun, sebagus apapun fasilitasnya, kalau pelayanannya kurang baik dan kurang ramah, membuat kita berpikir dua kali untuk kembali lagi.





View Post

 

Ibu-ibu tim carrier mana suaranya? Kali ini saya mau cerita pengalaman satu tahun menggendong menggunakan cuddle me lite carrier. No endorse, no promo. Murni review jujur emak-emak anak satu yang selama ini merasa terbantu dengan gendongan jenis carrier ini.

Menggendong sepertinya jadi aktifitas yang gak bisa dipisahkan dari para Ibu. Banyak kegiatan ibu yang dilakukan sambil menggendong anak mulai dari bermain dengan anak, beres-beres rumah, jemur baju, jalan-jalan, dan lain-lain. Jadi kalau ditanya gendongan itu penting gak sih? Saya akan jawab, penting banget. Nah, dalam memilih gendongan tentu saja faktor kenyamanan adalah nomor satu. Kalau kita salah pilih gendongan bisa-bisa ada bagian tubuh kita yang pegal-pegal.

Apalagi buat saya yang kemana-mana jalan kaki dan pakai motor (dibonceng ya, kalau mengendarai motor sendiri mah gak berani sambil gendong anak), sementara anak gak mungkin ditinggal. Baby carrier ini membantu banget. Selain efektif, bisa jadi salah satu cara meningkatkan bonding dengan anak.

Sebelum memutuskan beli cuddle me, saya baca review para ibu-ibu yang sudah berpengalaman gendong-menggendong dengan baby carrier. Ada banyak merek yang direkomendasikan dan saya pun sempet bingung mau beli apa.

Ada yang sreg, merek luar, terpercaya, hampir gak ada kurangnya. Tapi harganya lumayan, 2jt++ hehe. Sebetulnya gendongan tuh investasi ya, jadi murah atau mahal itu relatif.

Akhirnya nemu review yang detail banget. Ibunya demoin cara pakenya dan bandingin sama beberapa merek lain. Kebetulan tinggi dan berat badan ibunya sama kayak saya, jadi saya pikir akan cocok juga sama saya. Dan gendongan itu adalah SSC cuddle me lite carrier. Langsung beli online di salah satu distributornya.

1. Harga
Untuk gendongan SSC lite carrier ini hanya dibandrol Rp 260.000,- dan tidak perlu upgrade size ke toddler cukup tambahkan footstrap saat kaki si baby sudah mulai menggantung (footstrap dijual terpisah).


2. Warna dan Motif
Saya memilih motif ferns. Warnanya pas dan cukup netral, bisa dipakai untuk anak laki-laki maupun perempuan.


3. Hoodie
Hoodie cuddle me ini cukup lebar jadi sangat bermanfaat untuk melindungi kepala anak. Namun saat kita tidak ingin menggunakan hoodie, hoodie tersebut bisa dicopot.


4. Bantalan Kokoh
Bantalan yang menyangga di pinggang cukup kokoh dan bahannya lembut.




Saya memutuskan beli baby carrier waktu usia Rashid 4 bulan, karena waktu itu merasa udah kurang nyaman dengan gendongan jenis sling. Tapi gak lupa memperhatikan syarat bayi siap pakai ssc baby carrier, yaitu:
1. Kepala bayi sudah tegak
2. BB bayi 7 kg
3. Usia minimal 4 bulan (bisa untuk newborn dengan infant insert)
4. Bayi tidak tenggelam di body panel


Spesifikasi
1. Material
Body: Katun kanvas cotton canvas with polyester filling
shoulder Pad: high quality polyurethane foam
Hoodie bisa dilepas: lightweight cotton canvas
Waist belt: high density polyurethane foam
Plastic parts: high quality poly acetal plastic
Webbing: high quality nylon webbing


2. Dimension
Panel: 31×40 cm
Waist belt: 147 cm
Folded inside pouch: 28x15x13 cm


Buat saya yang punya berat badan 62 kg dan tinggi badan 168cm, spesifikasi tersebut cukup nyaman. Nyaman dipakai jalan-jalan di tempat wisata, naik motor, pas lagi makan di luar (kalau gak ada baby chair), ke undangan, belanja ke pasar, dan aktifitas lainnya.
View Post

Judul: Do'a Pengubah Takdir
Penulis: KH. Abdullah Gymnastiar
Penerbit: Emqies Publishing

Disebabkan do'a, Nabi Nuh diselamatkan dari air bah dan kaum kafir ditenggelamkan, Nabi Ayyub disembuhkan dari beratnya penyakit, Nabi Musa diselamatkan dari kejahatan Fir'aun, atau Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam diselamatkan dari tipu daya kaum musyrik dan yahudi.

Namun demikian, do'a hanyalah media penghubung antara seorang hamba dengan Rabbnya. Do'a tidak banyak gunanya apabila kita tidak terampil menggunakannya. Maka, ada sejumlah hal yang membuat do'a kita di ijabah. Satu diantaranya memahami do'a yang kita panjatkan. Bagaimana bisa kita meminta kepada Allah, akan tetapi kita tidak paham apa yang kita ucapkan?

Buku ini memiliki 2 bagian judul besar dan beberapa sub judul pada masing-masing bagiannya.

Bagian 1: Ada apa dengan do'a?
1. Mengenal Allah Al-Mujib
2. Kedudukan Do'a Bagi Orang Beriman
3. Ciri Hamba Ahli Do'a
4. Do'a dan Totalitas Peghambaan
5. Bentuk Ijabahnya Do'a
6. Menakar Kekuatan Do'a
7. Allah Maha Dekat, Curhatlah Kepada-Nya
8. Do'a Terbaik

Kalau do'a hanya sekedar berisi meminta kebutuhan kita, apa jadinya jika setiap kebutuhan kita harus melalui do'a? Sudah sejak lama kita gundul karena lupa meminta rambut, sudah sejak lama kita buta karena lupa meminta pelumas mata, jantung kita akan kacau detaknya karena kita lupa meminta detakan jantung sekian kali dalam semenit. Alangkah repotnya kalau semua kebutuhan kita harus pakai do'a. Padahal kita pun tidak tahu semua yang kita butuhkan.

Itulah mengapa do'a bukan sekedar memberitahu Allah karena Dia Maha Tahu semuanya. Kita tidak berdo'a saja, Allah sudah memberi apa yang menjadi kebutuhan kita dengan sangat lengkap dan detail.

Do'a adalah bentuk penghambaan, bentuk rasa syukur, bentuk ibadah, dan bentuk dzikir kita kepada Allah subhanahu wata'ala.

Bagian 2: Makna Dibalik Do'a
1. Do'a Memohon Ditetapkan Iman
2. Do'a Memohin Cinta Ilahi
3. Do'a Memohon Yang Allah Sukai
4. Do'a Memohon Istiqomah
5. Do'a Memohon Kesabaran
dst.

Pada bagian kedua, Aa Gym menuliskan beberapa do'a yang bersumber dari Al-Quran dan Hadis, kemudian masing-masing dijelaskan maknanya.

Sebagai contoh tentang do'a ditetapkannya Iman. Ummu Salamah ra pernah ditanya tentang do'a yang sering dibaca oleh Rasulullah salallahu 'alaihi wasallam. Beliau menjawab bahwa do'a yang sering diucapkan oleh Rasulullah adalah "Yaa muqolibal qulub tsabit qolbi alad dinik" (Ya Allah zat yang membolak-balikan hati, tetapkan hati ini dalam agama-Mu).

Boleh jadi kita bertanya-tanya, kenapa Rasulullah mendawamkan do'a tersebut padahal beliau penghulunya kaum beriman dan senantiasa dalam keimanan? Karena Allah Maha Kuasa membolak-balik hati hamba-Nya. Tidak ada seorang pun yang boleh merasa aman dengan kondisi keimanan yang dimilikinya. Boleh jadi sekarang kita beriman, akan tetapi akan mudah bagi Allah mengambil nikmat keimanan seorang hamba.

Tentu saja, mustahil bagi Allah bersikap zalim terhadap hamba-Nya, Dia tidak begitu saja mengambil keimanan kecuali ada sebab yang mendahuluinya. Apa sebabnya?  Tidaklah Allah mencabut keimanan dari seorang hamba, kecuali sebagai buah dari sikap hamba yang menganggap remeh dosa atau maksiat.

Buku yang dikemas dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Menyadarkan kita betapa do'a berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti biasa, tulisan Aa Gym selalu berkaitan dengan tazkiyatun nafs. Sehingga pembahasan do'a dalam buku ini lebih cenderung kepada tazkiyatun nafs dan penguatan keyakinan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala, bukan berbau hal teknis tentang tata cara berdo'a.

Semoga setelah membaca buku ini membuat keyakinan kita kepada Allah semakin bertambah.
View Post

Kali ini saya mau review Komik Peradaban Akhlak #2. Mumpung masih anget-anget dibaca dan biar gak lupa juga sama apa yang udah dibaca.

Buku ini saya dapet gratisan, alias hadiah giveaway dari akun instagramnya Teh Dery Hefimaputri. Waktu itu dikasih beberapa pilihan hadiah dan saya pilih komik ini.

Judul: Komik Peradaban Akhlak #2
Penulis: Veby Surya Wibawa @vbi_djenggotten
Penerbit: One God Beliver, Malang
Cetakan Ke-1, April 2018

Kisah-kisah dalam komik ini diambil dari buku-buku sejarah berikut ini:


Semua kisah di komik ini menonjolkan tentang akhlak yang baik. Ada akhlak anak kepada orangtua, akhlak kepada sesama muslim, dan akhlak kepada musuh perang.

Saya ceritakan sedikit ya, tentang akhlak seorang anak laki-laki yang menjaga kejujurannya. Jadi, dulu ada seorang laki-laki bernama Abdul Qodir yang akan pergi ke Baghdad untuk menuntut ilmu. Ibunya memberi uang 40 dinar sebagai bekal. Sebelum berangkat, ibunya berpesan agar Abdul Qodir selalu menjaga kejujuran.

Di tengah perjalanan, Abdul Qodir bertemu dengan perampok. Mereka bertanya apa yang Abdul Qodir bawa. Abdul Qodir bilang kalau dia bawa uang 40 dinar. Abdul Qodir beberapa kali bertemu perampok. Dan ketika ditanya pertanyaan yang sama, Abdul Qodir selalu menjawab bahwa ia bawa uang 40 dinar.

Para perampok itu heran, kenapa Abdul Qodir jujur dan tidak takut kepada mereka. Dibawalah Abdul Qodir ke pemimpin perampok. Lalu ditanya kenapa ia berkata jujur tentang harta yang dibawanya. Abdul Qodir pun menjawab bahwa ia teringat pesan Ibunya agar selalu menjaga kejujuran. Mendengar jawaban itu, para perampok itu luluh hatinya dan Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk bertaubat.

Buku ini dibuat sebagai pilihan bacaan bagi anak-anak muslim dalam mempelajari adab dan akhlak orang-orang shalih terdahulu. Meneladani tingkah laku mereka melalui kisah-kisah yang nyata, yang tertuang dalam sejarah. Bukan dongeng maupun kisah imajinasi.

Kisah-kisah penuh hikmah yang menunjukkan bagaimana peradaban islam dibangun. Bukan melalui kemegahan istana atau kemewahan harta. Melainkan melalui kemuliaan akhlak para pemeluknya. Para pengikut ajaran Nabi salallahu 'alaihi wasallam.

Ilustrasinya cukup menarik. Walaupun penggambarannya gak sempurna, tapi samasekali gak mempengaruhi maksud dari gambar tersebut. Sependek pengetahuan saya, memang ada pendapat yang tidak membolehkan gambar karakter secara utuh dan sempurna. Mungkin sang ilustrator meyakini pendapat tersebut. Jadi gambarnya gak dibuat sempurna.


View Post

Salah satu bab yang dibahas di buku Tazkiyatun Nafs karya Sa'id Hawwa adalah tentang tilawah Alquran. Pinginnya share di story, tapi panjang banget mamak tak sanggup. Jadi disini aja ya.

Di berbagai kajian umumnya disampaikan kalau kita membaca Alquran jangan hanya sekedar dibaca, tapi harus dipahami isinya, ditadaburi, dan diamalkan.

Nah yang menarik di buku tazkiyatun nafs ini, ada banyak 'amalan hati' yang harus diupayakan ketika tilawah Alquran. Bukan hanya sekedar dipahami isinya, tapi juga butuh kehadiran hati dan pikiran, agar Alquran terasa dekat, agar kita benar-benar merasa Allah yang sedang berbincang langsung sama kita.


Berikut 10 amalan yang harus diupayakan ketika sedang tilawah Alquran:

1. Memahami sumber firman
Saat tilawah, hendaknya seseorang memahami keagungan dan ketinggian firman yang sedang ia baca. Alquran adalah karunia Allah dan kasih sayang-Nya kepada makhluk.

2. Takzim
Pengertia takzim dalam KBBI berarti amat hormat; sopan; menghormati; memuliakan.

Kertas mushaf hanya bisa tersentuh ketika jasad seseorang dalam kondisi suci, demikian pula makna yang terkandung di dalam Alquran hanya dapat tersentuh ketika hati dalam kondisi suci dari segala najis dan diterangi cahaya takzim.

Dengan memikirkan keagungan-Nya maka akan muncul ketakziman kepada kalam-Nya.

3. Kehadiran hati dan meninggalkan bisikan jiwa
"Wahai Yahya, ambilah alkitab dengan kekuatan." (QS. Maryam: 12)

Maksudnya adalah mengambilnya dengan serius, berkonsentrasi penuh dalam membacanya dan fokus hanya kepadanya.

Didalam Alquran banyak sekali hal yang bisa membuat hati senang dan tertarik. Maka jika demikian halnya, bagaimana mungkin ia akan mencari kesenangan dengan memikirkan yang lain?

4. Tadabbur
Tadabbur lebih tinggi dari kerendahan hati. Orang yang bertadabur adalah orang yang memperhatikan suatu perkara secara berulang-ulang atau dari berbagai sisi.

Pada asalnya mentadaburi Alquran itu setelah paham maknanya, karena tidak mungkin seseorang dituntut untuk mentadaburi ucapan yang ia tidak pahami maknanya, dengan demikian mentadaburi Alquran itu pada asalnya setelah seseorang paham maknanya, atau dengan kata lain, ia paham tafsirnya, baru bisa merenungi berbagai pelajaran yang bisa diambil darinya.

5. Tafahhum
Tafahhum adalah mencari kejelasan pemahaman dari setiap ayat secara tepat, karena Alquran meliputi berbagai masalah tentang sifat-sifat Allah, perbuatan-perbuatan-Nya, ihwal para Nabi, ihwal para pendusta dan bagaimana mereka dihancurkan, perintah-perintah-Nya, larangan-larangan-Nya, surga, dan neraka.

6. Meninggalkan semua hal yang dapat menghalangi pemahaman
Ada beberapa penghalang yang dipasang oleh setan di hati seseorang sehingga ketika membaca Alquran ia tidak dapat memahami makna-maknanya dan tidak dapat menyaksikan berbagai keajaiban rahasianya. Hal-hal yang menghalangi pemahaman itu ada empat, yaitu:
a. Karena seluruh perhatiannya hanya tercurah pada penunaian makhraj hurufnya saja sehingga perenungannya terbatas pada makharijul huruf.
b. Karena taklid pada mazhab yang ia tahu, terpaku padanya, dan fanatik hingga hanya mengikuti apa yang didengar. 
c. Karena selalu berbuat dosa, sombong, dan terjangkit penyakit hawa nafsu pada dunia yang diperturutkan hingga hati menjadi gelap dan berkarat.
d. Karena merasa cukup hanya dengan membaca tafsir zahir ayat-ayat Alquran saja dan meyakini bahwa tidak ada makna lain bagi kalimat-kalimat Alquran. Orang yang memiliki perasaan dan keyakinan seperti ini maka akan menafsirkan Alquran dengan pendapatnya sendiri.

7. Takhsis
Takshsis adalah kesadaran orang yang membaca Alquran bahwa dirinyalah yang dituju oleh setiap teks yang di dalam Alquran. Untuk itu, jika orang yang tilawah Alquran membaca ayat perintah atau larangan maka ia memahami bahwa perintah atau larangan itu ditujukan kepadanya. Jika seseorang yang tilawah Alquran membaca kisah orang-orang terdahulu dan para nabi, maka dia pun harus tahu bahwa kisah itu tidak dimaksudkan sebagai bahan cerita semata, tetapi untuk diambil pelajaran dan menjadi bekal yang dia perlukan.

8. Ta'attsur
Ta'attsur maksudnya ikut hanyut dan terbawa. Hati orang yang membaca Alquran hendaklah ikut hanyut dan terbawa dengan beragam perasaan sesuai ayat-ayat yang ia baca. Maka setiap kali ia membaca dan memahami suatu ayat, setiap kali itu pula terdapat perubahan  emosi di hatinya entah itu sedih, takut, harap, dan entah yang lainnya.

9. Taraqqi
Taraqqi adalah meningkatkan penghayatan sampai seakan mendengarkan firman itu langsung dari Allah, bukan dari bacaannya sendiri.

10. Tabarri
Tabarri maksudnya apabila membaca ayat janji dan sanjungan kepada orang shaleh maka ia tidak menganggap dirinya termasuk kedalamnya, tetapi melihat orang-orang yang yakin dan shiddiqin di dalamnya, kemudian berharap agar disusulkan Allah kepada mereka.

Sedangkan apabila membaca ayat kecaman dan celaan kepada orang-orang yang bermaksiat dan lalai maka ia menyaksikan dirinya berada disana dan merasakan bahwa dirinya lah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut dengan penuh takut dan cemas.

Jadi, udah mengamalkan yang mana? Rasanya belum bisa sampe level itu semua :(
View Post
Source: Traveloka

Source: Traveloka

Setelah bandingin akomodasi satu dengan akomodasi lainnya, akhirnya pilihan suami jatuh pada BI Executive Hotel. Mempertimbangkan jarak dari terminal, jarak ke lokasi wisata, dan tentunya budget hehe. Pesan dua minggu sebelumnya via aplikasi traveloka.

BI Executive Hotel terletak di Jalan RE Martadinata, Pademangan Barat, Jakarta Utara. Tepat di depan pintu gerbang barat Taman Impian Jaya Ancol. Karena lokasinya berada di ujung perempatan lampu merah, jadi ada dua gerbang menuju BI Executive Hotel, satu di timur (sebrang ancol), satu lagi di utara (arah WTC Mangga Dua). Kalau dari terminal Tanjung Priuk berjarak sekitar 7 kilometer. Bisa ditempuh menggunakan angkutan umum.

Dok pribadi

Dok pribadi

Sekilas bangunannya tidak ada yang spesial, terdiri dari tiga gedung yang masing-masing memiliki dua lantai. Desain interiornya semi klasik, di dominasi warna coklat dan krem. Bangunan utama ini terdiri dari lobby, restoran, dan kamar tipe suite. Karena kita datang lebih cepat, jadi kita menunggu di lobby sampai waktunya check-in. Ada welcome drink asem jawa yang bisa kita coba, tapi kita gak cobain waktu itu.

Pukul 13.00 kita dibawa keluar lobby oleh petugas dan diantar ke bangunan yang terletak di sebelahnya dengan berjalan kaki sekitar satu menit.

Fasilitas kamar cukup lengkap seperti AC, LED TV, pembuat air panas, pengering rambut, shower air panas dan dingin, dan fasilitas standar lainnya.







Restoran tidak terlalu besar, menu sarapan kurang variatif, konsepnya prasmanan jadi porsi bisa disesuaikan sendiri. Ruang makan smoking dan no smoking di pisah, jadi jangan khawatir kalau bawa anak-anak insya Allah terhindar dari asap rokok.



Kelebihan:
1. Kamar luas, cocok buat keluarga
2. Dekat dengan tempat wisata dan pusat perbelanjaan
3. Parkir luas
4. Staff ramah

Kekurangan:
1. Kamar terpisah dari lobby dan restoran
2. Menu sarapan kurang variatif
3. Air kamar mandi kurang segar
4. Bantal kurang nyaman, buat saya terlalu tinggi dan keras

Rate 7.8 dari 10
View Post

Ini pengalaman pertama membawa Rashid berpergian menggunakan kendaraan umum bus. Awalnya ada rasa takut dalam diri saya. Takut Rashid gak nyaman dan rewel selama perjalanan. Tapi, jauh-jauh hari kami sudah melakukan sounding.

"Dede nanti mau naik bus main ke rumah uyut, terus liat ikan banyak. Dede yang sehat ya, yang sholeh, yang anteng.."

Berawal dari naik bus Damri jurusan Cicaheum - Leuwi Panjang, kami melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Bandung - Tanjung Periuk. Lalu lintas bisa dibilang ramai lancar, hanya macet di daerah Bekasi saja karena sedang ada pengerjaan proyek LRT. Perjalanan menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam. Alhamdulillah.. Rashid anteng selama perjalanan. Bundanya udah takut duluan, tapi anaknya hepi-hepi aja selama perjalanan. Malah antusias liat banyak kendaraan dari balik kaca jendela bus.

Sampai di terminal, banyak ojek pangkalan menyerbu kami dan terlihat agak memaksa untuk menaiki ojek mereka. Tapi kami sudah berencana naik grab mobil menuju hotel. Akhirnya jalan kaki sedikit ke tempat yang agak sepi dari ojek pangkalan. Kami tiba di hotel pukul 12.00, kemudian menunggu sebentar di lobby karena belum masuk waktu check in. Kami menginap semalam di BI Executive Hotel. Suami sudah booking beberapa minggu sebelumnya via traveloka. Pengalaman menginap di BI Executive Hotel akan saya tulis terpisah di Hotel Review: BI Executive Hotel.

Istirahat sebentar, lalu lanjut menuju Sea World. Kalau kata driver grab tadi, kita tinggal nyebrang terus jalan kaki. Nanti di dalam ada mobil gratis keliling Ancol. Tapi kata satpam hotel kalau jalan lumayan jauh, jadi lebih baik pakai grab. Karena kita kurang cari informasi, akhirnya naik grab menuju Ancol. Kita diantar sampai pintu depan Sea World. Tapi kita jadi keluar biaya untuk tiket mobil Rp 25.000. Lumayan kan buat beli makanan.

Ada apa di Sea World Ancol?
Ada ikan 😆

Ada banyak akuarium kecil dan beberapa akuarium raksasa. Ada juga terowongan bawah laut buatan. Tapi jenis ikannya gak terlalu banyak. Terus beberapa akuarium airnya keruh, jadi kurang jelas terlihat, apalagi akuarium penyu airnya keruh banget.



Ada juga pertunjukan penyelam kasih makan ikan hiu. Di depan akuarium utama ada mini teater untuk lihat pertunjukan penyelam. Karena penuh jadi kita memilih untuk berkeliling aja.

Setelah berkeliling ke semua akuarium, kita menuju terowongan bawah laut buatan. Seru sih. Rashid juga kelihatannya suka. Didalamnya ada 2 jalur bersebelahan. Satu jalur eskalator datar (apa ya namanya 😅), satu lagi jalur untuk berhenti dan foto-foto.

Awalnya Rashid excited banget, apalagi ini pengalaman pertamanya lihat banyak hewan laut secara langsung. Tapi lama-lama bosen juga. Biasa ya anak-anak, gak bisa terlalu lama ada di tempat gelap, banyak orang, dan berisik. Kurang lebih satu jam main di Sea Wolrld, kita memutuskan untuk keliling Ancol.

Terus bingung mau keliling ancol pakai apa, akhirnya cari informasi. Ketemu lah namanya mobil wara-wiri. Duh orang Bandung gak update banget ya, kelihatan gak pernah jalan-jalan ke Ancol. Pernah sih beberapa kali, itu pun wisata dari sekolah hehe.

Nanya petugas dimana keberadaan mobil wara-wiri itu, terus ditunjukkin ke satu arah, dan cukup jauh. Jalan kaki kesana dan ternyata udah banyak orang yang nunggu juga. Waktu bus datang, orang-orang langsung pada nyerbu. Alhamdulillah kita masih kebagian duduk. Karena bingung mau kemana, jadi ngikutin aja. Akhirnya berhenti di Pantai Indah yang deket sama wahana roaler coaster Dufan.



Jalan-jalan di pinggir pantai, foto-foto, duduk-duduk, dan akhirnya perut mulai lapar. Disitu ada beberapa tempat makan, tapi mata kami tertuju sama Nasi Yummy di Indomaret Point yang cuma 10 ribuan. Tetep cari yang murah ya kan. Frozen food gitu, terus dihangatkan di microwave. Saya beli rasa kari ayam, suami beli rasa barbeque. Lumayan buat ganjel perut.



Langit udah menjelang gelap, kita memutuskan untuk kembali ke hotel. Sebelumnya cari makan dulu di daerah WTC Mangga Dua. Tapi mau nyebrang juga susah, terhalang tanjakan flyover. Belum lagi effort buat nyebrang di jalanan ibu kota itu luar biasa. Banyak truk, kontainer, dan pengemudinya pada gak santai, gak ada yang mau kasih jalan. Gak ada jembatan penyebrangan juga. Rashid udah nangis, gak nyaman denger suara bising kontainer. Sepuluh menit habis hanya untuk nyebrang jalan.

Niatnya mau cari makan di WTC Mangga Dua, udah naik jembatan penyebrangan, tapi sampai tengah jembatan lihat Rumah Makan Padang Sederhana dari jauh. Akhirnya balik lagi dan beli nasi padang.

Esok harinya, setelah sarapan di hotel kita langsung menuju rumah uyutnya Rashid di daerah Cilincing, Tanjung Priuk. Menempuh perjalanan sekitar 13 kilometer menggunakan grab mobil. Kita mah orangnya grab banget ya. Terimakasih, Grab! 😆

Sekian dulu ya.

Tiket Ancol: Rp 25.000/Orang
Tiket Mobil: Rp 25.000/Orang
Tiket Sea World (High Season): Rp 115.000/Orang (Anak dengan TB dibawah 80 cm tidak dikenakan biaya)
View Post