Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama' bainakuma fii khoir..
Menikah bukan hanya tentang perjanjian yang mengguncang arasy. Menikah berarti membangun peradaban, membumikan Al-Quran, menebar hasanah dan sakinah. Ini kesekian kalinya saya menyaksikan pernikahan para penghafal Quran. Tahun lalu, acara itu bertajuk "Pernikahan Berkah" dimana tiga pasang penghafal Quran melakukan ijab qobul secara masal. Dan kali ini masih ditempat yang sama, saya kembali menyaksikan peristiwa hebat itu. Perbedaannya, ini adalah pernikahan putri ulama besar yang juga seorang penghafal Quran. Ghaitsa Zahira Sofa namanya, tapi kami akrab menyebutnya Teh Icha.
Saya tidak pernah membayangkan pernikahan Teh Icha dan Ust. Yusuf akan diberitakan se-fenomenal ini di media. Pasca pernikahan, beranda facebook dipenuhi dengan berita pernikahan Teh Icha dan Ust. Yusuf. Alhamdulillah.. unsur-unsur spiritual yang kental ternyata masih mendapat respon yang sangat baik dari masyarakat.
Ratusan jamaah antri dipintu masuk resepsi, padahal pengantin belum ada di lokasi. Selama hadir di acara walimah, baru kali ini saya melihat tamu undangan antri seperti antri di pintu masuk kapal ferry ketika musim mudik, penuh sekali. Sesak oleh ratusan manusia. Tepat pukul 10.00 pengantin di arak menuju pelaminan, akhirnya kami membuat pagar pembatas karena tamu undangan cukup sulit dikondisikan sehingga rombongan pengantin tidak bisa lewat. Karena keterbatasan tempat, akhirnya tamu undangan harus bersabar menunggu giliran untuk bersalaman dengan pengantin dan keluarga besar Aa Gym. Ah, luar biasa. Mereka semua rela berdiri demi melihat dua insan penghafal Quran yang baru saja dipersatukan oleh ijab qobul.
Daarut Tauhiid penuh sesak oleh ribuan jamaah, lalu lintas disekitar Jl. Gegerkalong seketika terhenti. Cahaya terpancar dari wajah kedua mempelai. Teh Icha yang terlihat cantik dengan balutan gaun yang di desain oleh kakaknya sendiri, yaitu Ghaida Tsurayya (puteri pertama Aa Gym). Ust. Yusuf yang berdiri disampingnya terlihat berbinar. Subhanallah..
Oh ya satu hal yang ingin soroti. Media begitu heboh memberitakan mahar 30 juz. Actually, tasmi 30 juz itu bukanlah mahar, melainkan rangkaian acara walimah dan hadiah dari Ust. Yusuf untuk Teh Icha. Dan tidak ditasmikan sendirian, melainkan oleh beberapa orang hafidz sejak pukul 07.00 pagi di tanggal 6 Maret 2015 sampai pukul 08.00 pagi di tanggal 7 Maret 2015.
Ini suasana pernikahan Teh Icha dan Ust. Yusuf yang saya ambil dari Galeri Fotoku. Photographer yang berkhidmat di Daarut Tauhiid.
 |
| Selesai Ijab Qobul |
 |
| Pengantin menuju pelaminan |
 |
| Suasana ketika walimah berlangsung |
 |
| Panitia resepsi tahap satu |
 |
| Narsis sedikit boleh ya hehe |
 |
| Gerbang masuk |
 |
| Reminder |
 |
| Dekorasi pelaminan |
Yang paling menyentuh selain prosesi ijab qobul adalah khutbah nikah dari para ulama. Nasihat-nasihat Aa Gym tentang urgensi menikah. Ustad Miftah Farid membahas pentingnya sholat malam, nasihat Ustad Saiful Islam Mubarok yang paling jleb adalah "Jika kita menjadi wanita pilihan Allah, maka ujiannya pun pilihan", dan Ustad Ahsin memaparkan tentang pentingnya dekat dengan Al-Quran.
Ada perasaan bahagia ketika diberi kesempatan untuk ambil bagian dalam pernikahan ini. Proses yang terbilang cepat dan singkat untuk sebuah acara yang dihadiri oleh ribuan tamu undangan. Masha Allah.. Betapa banyak do'a yang mengalir untuk dua insan penghafal Quran ini. Prosesi ijab qobul diawali dengan tasmi juz 30 berlangsung sangat sakral, do'a-do'a dari para ulama dilantunkan dengan khidmat. Haru dan tangis pecah ketika saksi mengatakan "Sah".
This is Qurani's Wedding. Many ayah, hadis, and quotes that remind us about Quran in this wedding. Masha Allah. Beautiful couple.. inspired, motivated us to recite, memorize, and do the best interaction with Quran.
Bukan pesta, bukan dekorasi, bukan karena puteri dari seorang ulama besar yang membuat pernikaham ini spesial. Tapi karena Al-Quran. Al-Quran lah yang membuatnya menjadi begitu spesial.