Hari
ini saya mendadak melow, bukan karena diluar sana hujan tidak reda sejak pagi.
Tapi karena sebuah pesan singkat dari orang yang sangat berarti dalam hidup
saya. Sebuah kalimat pertanyaan sederhana yang hampir setiap hari saya terima.
Katanya,
yang istimewa akan kalah dengan yang selalu ada. Katanya, sedekat apapun
hubungan kita dengan sahabat, se-intens apapun komunikasi kita dengan sahabat,
seakrab apapun foto-foto yang kita pajang dengan sahabat, tetap keluarga yang
selalu ada. Especially, orangtua.
Ada
yang dengan mudah mengutarakan perasaan sayang ke sahabat, tapi tidak ke
orangtua. Ada yang dengan bangga menunjukan foto-foto kebersamaannya dengan
sahabat, tapi tidak dengan orangtua. Ada yang dengan mudah mengantar kemana pun
sahabatnya pergi, tapi tidak untuk orangtua.
Sahabat
memang istimewa, apalagi mereka yang selalu membuat kita semakin dekat dengan
Allah. Tapi kita seringkali lupa, ada orangtua yang seharusnya kita simpan di
posisi lebih dulu. Jika mencintai sahabat karena Allah berpahala, maka
mencintai orangtua karena Allah akan lebih dari itu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan murka
Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua” [Hadits Riwayat Bukhari dalam
Adabul Mufrad, Ibnu Hibban (2026), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152)]
Dalam
hadis lain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku bertanya
kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang amal-amal yang paling utama
dan dicintai Allah? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, pertama shalat
pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua
berbakti kepada kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allah.” [Hadits Riwayat
Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9]
Alasan
apalagi yang membuat kita malu mengutarakan perasaan sayang kepada ibu atau ayah?
Diantara kita pasti ada yang malu untuk melakukannya. Katakanlah, meski matamu
tak tahan membendung air mata. Katakanlah, meski jiwa dan bibirmu bergetar. Percayalah, itu membuat mereka bahagia.
Bahkan
Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan dalam Quran surat Al-Isra ayat 23 yang
artinya, “Dan Tuhanmu telah memerintahkan
supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada
ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.”
Saya adalah tipe orang yang mudah terenyuh kalau sudah membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan orangtua. Hingga detik menulis kalimat ini pun, mata saya berkaca-kaca tak tahan membendung air mata.
Jadi,
pesan singkat apa yang membuat saya melow hari ini?
“Teh,
jangan lupa makan siang. Disini hujan gede, di kantor hujan gak? Nanti pulang
jam berapa?” –My beloved mom.
Adalah
mama, orang yang selalu mengirimkan pesan singkat itu setiap hari. Orang yang
selalu khawatir kalau anaknya belum makan siang. Orang yang selalu khawatir
kalau tiba waktu adzan maghrib anaknya belum tiba di rumah.
Teh, ajari aku untuk membuat tulisan sekeren ini :'))
ReplyDeleteAnneku terlalu berlebihan :") Yuk nulis..
Delete