Sore ini, saya akan sedikit berbagi pendapat saya mengenai shalat. Beberapa waktu lalu, saya berselancar di dunia maya dan menemukan quotes ini :
Saya sangat tersentak dengan pernyataan, "Kerja itu cuma selingan, untuk menunggu waktu shalat".
Mari kita lihat hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ
يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ
أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ
انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى :
انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا
انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ
” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ
الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ
"Sesungguhnya
amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah
shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan
dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala
mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat
sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya
yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu."
Dalam hadits lain menyebutkan :
"Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya." (HR. Ath-Thabarani)
Jadi, pada hakikatnya pekerjaan utama kita di dunia adalah shalat. Memperbagus shalat, memperindah shalat di hadapan-Nya. Memahami setiap bacaan dan gerakan shalat. Mengapa demikian? Karena shalat adalah amalan yang akan pertamakali dihisab. Bukan pekerjaan atau profesi yang tengah kita geluti saat ini. Terkadang kita lebih mendahulukan pekerjaan dibanding panggilan Allah SWT untuk shalat. Alasan ini, itu, nanti dulu, tanggung, dan lain sebagainya. Lalu layakkah kita mendahulukan pekerjaan dibandingkan memenuhi panggilan Allah SWT yang telah menciptakan diri kita?
Shalat adalah induk dari segala amal. Seperti disebutkan dalam hadis diatas, jika shalat seseorang itu baik, maka baik pula amalnya. Maka, perbaguslah shalat kita dihadapan Allah, semoga Allah mempermudah segala urusan kita.
Semoga bermanfaat, khususnya untuk diri saya sendiri :')
Dalam hadits lain menyebutkan :
"Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya." (HR. Ath-Thabarani)
Jadi, pada hakikatnya pekerjaan utama kita di dunia adalah shalat. Memperbagus shalat, memperindah shalat di hadapan-Nya. Memahami setiap bacaan dan gerakan shalat. Mengapa demikian? Karena shalat adalah amalan yang akan pertamakali dihisab. Bukan pekerjaan atau profesi yang tengah kita geluti saat ini. Terkadang kita lebih mendahulukan pekerjaan dibanding panggilan Allah SWT untuk shalat. Alasan ini, itu, nanti dulu, tanggung, dan lain sebagainya. Lalu layakkah kita mendahulukan pekerjaan dibandingkan memenuhi panggilan Allah SWT yang telah menciptakan diri kita?
Shalat adalah induk dari segala amal. Seperti disebutkan dalam hadis diatas, jika shalat seseorang itu baik, maka baik pula amalnya. Maka, perbaguslah shalat kita dihadapan Allah, semoga Allah mempermudah segala urusan kita.
Rabighfirlii...
Ya Allah, ampuni segala dosa-dosa hamba
Yang masih lalai akan titah-Mu
Bimbing hamba
Mampukan hamba agar selalu menjaga shalat
Aamiin...
Semoga bermanfaat, khususnya untuk diri saya sendiri :')
0 komentar:
Post a Comment