Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts


Allah tidak memanggil orang-orang yang mampu, Allah memampukan orang-orang yang terpanggil.
Menuju Baitullah adalah seni menanti panggilan Allah. Merupakan cita-cita setiap muslim untuk menyempurnakan rukun islam, begitupun dengan saya.

Niat menuju Baitullah semakin kuat ketika saya membaca buku berjudul Cahaya di Atas Cahaya karya Oki Setiana Dewi. Kisah yang begitu menyentuh, membuat kerinduan terhadap tanah suci semakin menggebu. Rabbi... Mungkinkah Engkau akan mengundang diri ini sementara dosa masih menyelimuti?

Saya terbiasa menuliskan mimpi-mimpi dalam sebuah buku. Sebagai alarm bahwa 'Banyak mimpi yang perlu diwujudkan!'. Ingat sekali saat itu tahun 2012 (selesai membaca buku Cahaya di Atas Cahaya) saya memberanikan diri untuk menuliskan 'Berangkat Umroh Sama Keluarga!'. Jujur, menuliskannya saja saya sudah pesimis. Ada rasa khawatir yang tidak mungkin terwujud.


Senin, 14 Juli 2014
Seperti biasanya setelah tausyiah senin pagi, kami melakukan halaqah di Mesjid Daarut Tauhiid Bandung (salah satu agenda yang wajib dilaksanakan di kantor). Dan tidak seperti biasanya, hari ini yang hadir sangat sedikit, bisa dihitung jari. Umi saat itu bilang "Yang lainnya kemana? Sedikitan ya hari ini? Semoga yang hadir saat ini segera diundang Allah ke Baitullah". Kami semua meng-aamiin-kan, sama seperti meng-aamiin-kan do'a saudara-saudara yang diberi kesempatan lebih dulu berangkat kesana. Saya merasa tidak ada pertanda apapun.

Hingga pada siang hari saat saya sedang sendiri di ruangan kantor, handphone saya berdering. Tidak tercantum nama disana. Nomor telepon diawali dengan kode daerah 021. "Orang Jakarta? Siapa ya, mungkin Kakek, Bibi, atau Om yang tinggal di Jakarta. Karena tidak ada lagi orang yang saya kenal yang tinggal di Jakarta selain Kakek, Bibi, dan Om ".
"Selamat siang dengan Mbak Tia Yusnita?", kata seorang wanita diujung telepon itu.
"Iya benar, maaf ini dengan siapa?", suaranya terdengar asing ditelinga saya.
"Kami dari Wardah Kosmetik ingin mengucapkan selamat karena Mbak Tia sebagai pemenang pertama dalam Lomba Menulis Blog Wardah yang diadakan beberapa bulan lalu. Mbak Tia mendapatkan hadiah utama yaitu Spiritual Journey atau Ibadah Umroh ke Makkah. Selamat ya Mbak sekali lagi, untuk keberangkatan akan kami infokan kembali ke nomor telepon ini. Terimakasih", panjang lebar penelepon itu menjelaskan.
Tiba-tiba saja lidah saya kaku. Hanya mengucapkan kalimat singkat, "Oh iya terimakasih banyak Mbak atas informasinya". Tut.. tut.. tut... Telepon terputus, penelepon tadi sudah mengakhiri pembicaraannya. Saya hanya terdiam, mematung, masih tidak percaya. Memukul-mukul pipi, sesekali melihat handphone, melihat layar monitor. Khawatir ini hanya mimpi.

Beberapa menit kemudian saya baru tersadar, "Ya Rabbi, benarkah Engkau mengundang hamba? Umroh? Makkah? Baitullah?". Seketika tubuh saya gemetar, air mata mengalir, masih tidak percaya. Langsung bersujud syukur. Dalam sujud air mata saya pecah tak tertahankan, tak terkatakan lagi. Tak henti-hentinya saya mengucap syukur Alhamdulillah... Allahu Akbar... Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Untuk meyakinkan, saya segera membuka fanpage resmi Wardah, dan benar saja pengumuman itu sudah terpampang. Link pengumuman lomba klik disini. Subhanallah, alhamdulillah... Lagi-lagi air mata mengalir tak tertahankan, melihat nama saya tertera dalam pengumuman itu. Saya tidak ingin terburu-buru mengabarkan Mamah atau Bapak. Biar mereka mendengar dari mulut saya sendiri. Berniat ingin sekali memberikan tiket ini untuk Mamah atau Bapak. Tapi, ternyata hadiah itu tidak bisa dipindahtangankan.

Sampai dirumah, saya langsung memberikan kabar ini. Mamah langsung memeluk erat tubuh ini sambil mengucap, "Alhamdulillah.. Allahu Akbar... Mamah sama Bapak ga bisa kasih teteh apa-apa, tapi Allah kasih langsung ke teteh, lewat apa aja jalannya". Bapak hanya tersenyum, saya tau bapak sedang menahan air matanya. Kembali air mata saya pecah, haru. Lagi-lagi masih tidak percaya.

Saya mungkin berlebihan, tapi itulah yang benar-benar saya rasakan. Bagi sebagian orang beribadah umroh mungkin hal yang biasa, kapan pun bisa menunaikannya. Tapi tidak bagi saya. Untuk melanjutkan sekolah pun sebuah perjuangan yang besar, apalagi untuk pergi ke Baitullah.

Apapun mungkin bagi Allah, sekalipun menurut kita hal itu amat sangat tidak mungkin. Ucapan umi di halaqah pagi tadi, Allah wujudkan di siang harinya. Mimpi dua tahun lalu terjawab sudah hari ini. Ramadhan kariim, Ramadhan syahru du'a, Ramadhan syahru qur'an. "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman)

Negeri Cahaya di Atas Cahaya, jika Allah benar sampaikan, izinkan kaki ini menginjak di tanah haram-Mu. Meskipun belum bersama keluarga, suatu saat nanti kami akan pergi bersama. Subhanallah... Tetesan air mata mengalir tiada henti hingga detik saya mengetik tulisan ini. Semoga sahabat yang sempat membaca tulisan ini, segera Allah undang ke Baitullah. Aamiin.
Jangan merasa tidak mungkin. Sebab ke rumah Allah itu soal undangan. Jika Allah sudah berkehendak, siapa yang bisa menolak. Tugas kita sekarang, hanya menunujukkan sebuah kepantasan, kepantasan untuk menerima undangan terbaik ke rumah-Nya. InsyaAllah, Allah yang memampukan. -Febrianti Almeera
View Post
Selain nge-blog, saya pecinta novel-novel fiksi. Bagi saya, cerita fiksi mampu membawa kita berimajinasi tanpa batas. Menyenangkan sekali!
Beberapa waktu lalu, saya mengahadiri workshop menulis bersama Rhein Fathia. Bagi pecinta novel fiksi pasti ga asing lagi dong dengan Rhein? Penulis novel romance best seller, yang salah satu karyanya berjudul Coupl(ov)e. Sudah lama saya mendamba-dambakan bertemu langsung dengan Rhein Fathia, penulis muda yang juga seorang backpacker. Setiap kali ada event workshop dengan Rhein, pasti lokasinya jauh, waktunya bentrok, dan banyak hambatan lain.

Nah, waktu itu buka salah satu grup di facebook dan admin grup memposting acara meet & greet dengan Rhein Fathia. Aaaakk~ Surely I'm very happy! Kebetulan saya sedang libur kuliah jadi ga punya agenda apapun hari itu. Kebetulan lokasinya ga jauh dari rumah. Dan kebetulan lagi, acaranya FREE! Oh God, I'm very thankful to You and I believe... Saya percaya ini bukan kebetulan. Pasti Allah sudah merencanakan semuanya kan?

Bergegegas menuju lokasi di BITC (Baros Information Technology Center). Swiiiing!!!! Saya melaju dengan motor matic kesayangan hehe. Sampai disana, liftnya mati dan acaranya berlangsung di lantai 4. Jadi, naik tangga darurat aja. Huh hah huh hah!

Yuhuuu! Ternyata acaranya udah dimulai, udah ada Rhein Fathia disana. Aaakk~ senangnya bisa bertemu langsung dengan Rhein. Rhein bercerita pengalamannya, tips-tips menulis novel, dan banyak hal. Dan ini beberapa hal yang bisa saya rangkum :

1. Sebelum menulis, kita harus punya NIAT untuk menyelesaikannya. Niat itu sangat penting kata Rhein.
2. Cerita yang kita buat alurnya harus jelas. Kita buat draft kasarnya dari awal sampe akhir. Mau nempatin adegan ini dimana, aadegan itu dimana.
3. Buat kejutan! Pembaca menunggu kejutan dari cerita yang kita buat. Ga umum, ga monoton.
4. Tokoh adalah syarat terpenting dari sebuah cerita. Saat menulis, anggaplah kita menjadi tokoh tersebut agar maksudnya sampai. Satu lagi, Rhein membuat detail tokoh. Dari mulai nama lengkap, tempat tanggal lahir, karakter, sampai golongan darah sekalipun. Itu penting banget! Supaya karakternya kuat, melekat di hati pembaca.
5. Kalau kita udah punya bayangan ceritanya seperti apa, mulailah menulis. Apapun yang ada di pikiran kita tuangkan. Jangan menulis sambil meng-edit, itu akan sangat mengganggu. Proses editing punya waktu tersendiri.
6. Kita harus punya buku catatan kecil. Fungsinya untuk menuliskan ide-ide yang tiba-tiba muncul. Biasanya ide suka datang kapan dan dimana saja. Karena itu, Rhein selalu bawa buku catatan kecil kemanapun.
7. Naskah, done! Waktunya proses editing. Baca naskah dengan teliti dari awal sampai akhir. Kalau kira-kira ada adegan yang ga perlu, dibuang aja. Atau kalimat-kalimat yang ga efektif, perbaiki lagi.
8. Yang sering ditanyain sama penulis yang baru adalah: Kalau tiba-tiba ide kita mentok ditengah jalan gimana cara mengatasinya? Banyak baca, dan biasnya itu terjadi karena kurangnya riset. Dengan banyak membaca, akan menambah diksi baru. Dengan riset, ruang imajinasi kita akan semakin luas. Tanpa riset, kita akan kebingungan menentukan alur cerita seperi apa.
9. Kasih naskah kita ke orang-orang terdekat. Suruh mereka baca, minta tolong untuk menilai naskah kita. Kritik itu perlu supaya naskah kita menjadi lebih baik.

Itu beberapa tips yang dipaparkan oleh Rhein Fathia.

Seusai acara, panitia memberikan kesempatan untuk peserta yang sangat tertarik dengan dunia kepenulisan untuk diskusi eksklusif dengan Rhein di ruangan yang berbeda. What? Di fampletnya ga dicantumin loh sesi diskusi eksklusif ini. Aaaakk~ Kejutan banget!

Saya dan beberapa peserta yang sangat interest langsung mengikuti instruksi panitia. Kita dibawa kesebuah ruangan untuk diskusi. Saat masuk ruangan, udah ada Rhein disana. Masih ga percaya. Satu meja sama Rhein, diskusi langsung, tatap muka langsung, jabatan tangan langsung. Senangnyaaaaaaaaaaa :)

Ternyata oh ternyata! Rhein orangnya asyik banget, low profile, pokonya seru deh. Rhein juga banyak cerita tentang kegiatannya. Dan satu fakta yang baru saya tau. Nama aslinya itu Fathia Syahroni. Rhein itu nama salah satu bintang, karena Rhein pencinta astronomi.

Rhein kasih banyak tips untuk penulis-penulis pemula. Dari mulai menulis sampai menerbitkan buku. Dan apa-apa aja yang harus kita perhatiin saat udah jadi seorang penulis. Ah... pokoknya banyak banget ilmu yang saya dapat dari Rhein Fathia.

Thank you Kak Rhein, love you deh <3

Ini yang ga kalah penting, foto bareng Rhein Fathia! :)


Dan ini karya-karya Rhein Fathia! :)


View Post

           








Ini hanya sebuah cerita yang tiba-tiba saja ingin dituangkan. Pihak-pihak yang terlibat dalam cerita ini bukan nama-nama yang disamarkan, tetapi kebenaran :p Ga perlu terlalu serius bacanya, hanya ingin berbagi cerita. Cekidot!
            Menginjak satu minggu setelah prakerin (Praktek Kerja Industri) rasanya itu nano-nano, manis asem asin ramai rasanya! Ga biasa dengan kondisi yang seperti sekarang.
            Aku, Sinta, Ajeng, yang awalnya udah fix prakerin bareng-bareng di LPMM ITB ternyata harus menelan pil pahit (masa sih…?). Allah punya rencana lain yang akhirnya memisahkan kita bertiga (syedih :nangis), aku sama sinta di bandung dan ajeng di tangerang. Ini pasti yang terbaik.
            Ga pernah kepirikan prakerin di tempat ini, karna prosesnya pun sangat mendadak. Hari ahad di tawarin Teh Eva, hari rabu nya disuruh ke kantor. Alhasil, bolak-balik hubin buat ngurusin surat pengantar. Alhamdulillah, Allah kasih kemudahan.
            Karena ga tau tempatnya, akhirnya dianter Bapak.
“Alamatnya dimana Teh?”, kata Bapak.
“Jalan Soekarno-Hatta No. 550, patokannya Carefour”, menyampaikan kembali sms Teh Eva.
Sepanjang jalan nyari gedung yang bernomorkan 550. Ga ketemu-ketemu. Udah lewat Leuwi Panjang, Muhammad Toha, Buah Batu, belum ketemu juga. Setelah satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor, ketemu juga –Carefour nya- bukan kantornya ya. Jadi kantornya sebelah mana ini? Sms Teh Eva lagi.
“Gedungnya sebelah kantor SmartFren, warna merah abu, tulisannya Insan Mulia Building”, menerjemahkan lagi sms ini.
Akhirnya ketemu juga gedung berwarna merah abu bertuliskan Insan Mulia Buliding, Jalan Soekarno Hatta No. 550, tapiii……… ga bisa langsung belok ke kantornya, harus muter balik karena pake pembatas jalan. Muter baliknya lumayan jauh, huh semangat!
Hal pertama yang dilakukan saat sampe disana, nanya ke stapam yang jaga di depan kantor dan disuruh nunggu di ruang tamu. Akhirnya di jemput Teh Eva diruang tamu dan dianterin ke kantornya. Selanjutnya –semacam- interview sama Teh Anggia, dan keputusannya mulai prakerin hari Senin depan.
25 Juni 2012, hari pertama prakerin mendahului teman-teman yang lain. Naik kendaraan umum karena ga ada SIM kalo pake motor. Berangkat jam 06.00 karena masuk kantor jam 08.00. Dua jam perjalanan menuju kantor (udah kaya setengah perjalanan Bandung-Jakarta). Bismillah :)
Disambut baik sama karyawan-karyawan disana. Pukul 08.00 semua karyawan merapat ke ruangan utama untuk melaksanakan IP atau Inspirasi Pagi. Kegiatan apa sih ini? Inspirasi Pagi adalah kegiatan rutin yang dilakukan sebelum memulai aktivitas di kantor. Rangkaian acaranya pembukaan, tilawah, pengumuman informasi atau kabar baik/buruk, materi, do’a, penutup. Inspirasi Pagi juga selalu diselingi Salam Super Perubahan di awal acara serta pengucapan Visi Misi Perusahaan dan Salam Budaya Kerja di akhir acara. Hari itu juga ada yang prakerin dari SMK lain. Nissa sama Rega dari SMK PU dan Gilang dari SMK BPI. Mereka bertiga masih kelas 3 SMK, hemmm jadi peserta prakerin paling tua karena udah kelas 4.
Citra Niaga Teknologi atau orang-orang disana biasa sebut CiNTe, jadi tempat peraduan prkerin selama 4 bulan. Di CiNTe ter-CiNTa, pengalaman yang luar biasa, yang ga pernah bisa tergantikan oleh apapun.
Aku ditempatkan diruang teknisi sama peserta prakerin yang lain dan sebangku sama Nissa, siswi kelas 3 SMK yang supel dan suka banget baca komik. Sebelumnya diruangan ini dihuni oleh 5 orang, Pa Riki, Pa Dandi, Kang Ahmad, Kang Krisna, Kang Alex. Ditambah 4 orang peserta prakerin jadi 9 orang. Ya, cukup sesak. Hehehe :p
Satu minggu disana, terjadi perubahan posisi duduk karyawan, -katanya untuk ganti suasana aja biar ga jenuh-. Akhirnya aktivitas kantor terhenti dari jam 3 sampe jam setengah 6 sore karena semua karyawan sibuk menata posisi baru mereka. Lelahnya terbayar karena minum es kelapa bareng-bareng setelah beres-beres.
Dua minggu disana, terjadi perubahan lagi. Bukan posisi duduk lagi ya, tapi perubahan jadwal kegiatan dan program-program baru. Kalau sebelumnya Inspirasi Pagi hanya dilaksanakan di entitas masing-masing, sekarang digabung sama entitas lain. Jadi gini, di Insan Mulia Building itu ada beberapa perusahaan yang bergerak di bidang yang berbeda. Jadi, setiap hari senin dan jum’at IP nya digabung dan dilaksanakan di halaman utama perusahaan (outdoor gitu ceritanya). Hari selasa ada program tahsin dan tahfidz, hari rabu dan kamis IP di entitas masing-masing.
Paling ga mau kalo ketinggalan IP. Materi-materinya luar biasa banget. Dari mulai pengetahuan umum, binis, sejarah-sejarah islam, shirah para Nabi dan para sahabat Nabi, tokoh-tokoh luar biasa dunia, sampe kadang-kadang membahas yang berhubungan dengan pernikahan :| Dengan pembicara yang luar biasa juga tentunya.
Paling ga mau juga ketinggalan tahsin. Aku sama Nissa jadi peserta paling muda di halaqoh tahsin. Hehehe :p Musyrifah kita namanya Teh Wulan, cantik tilawahnya bagus dan sabar banget ngajarin kita semua. Dan setiap jum’at, kalau ikhwannya pada jum’atan akhwatnya belajar tahsin, tapi khusus akhwat-akhwat CiNTe aja. Jadi dalam 1 pekan tahsinnya 2 kali, asyik pokoknya. Free! Hehehe :p
Ngoding, DFD, ERD, bukan hal yang aneh lagi disini. Banyak belajar gimana cara bikin DFD dan ERD yang baik dan ngoding pake framework. Ah~ Rindu!
Banyak hal yang bakal DI-RINDU-KAN dari CiNTe :)
Pertama, bakal kangen sama Jalan Soekarno-Hatta, yang setiap pagi dilewatin. Banyak kejadian-kejadian seru kalo lagi dijalan, bertemu dengan orang-orang berbeda, dan ga jarang dapet ilmu yang aku ga pernah sadar. Dibanding naik motor, lebih baik naik kendaraan umum. Bisa sambil baca buku, muroja’ah, apalagi dengan perjalanan yang cukup panjang.
Kedua, bakal kangen disebrangin satpam setiap pagi. Karena jalan yang lebar dan kendaraan yang ngebut-ngebut. Makasih banyak ya pak, udah mau bantuin nyebrang setiap pagi. Hehehe :p
Ketiga, bakal kangen banget sama Nissaaaaaaa :’) Temen sebangku selama 3 bulan. Akhwat yang punya nama lengkap Choeron Nissa Aulia Rochim ini kalo udah males dan ngantuk, pasti baca komik online dan ngaskus. Jadi inget waktu kamu salah ngirim YM Nis, hahaha :)) Itu ngakak banget! Oh iya aku lupa cariin link komik yang baru terbit, nanti deh insyaAllah. Kangen cerita-cerita geje yang bikin ribut ruang teknisi. Makasih juga udah bantuin bikin cover buku, kebetulan kamu suka desain jadi aku minta bantu kamu. Hehehe :p Maaf kalo aku banyak salah ya Nis, makasih udah mau jadi temen yang baik banget selama disana. Oh iya semangat Ujian Nasionalnya ya :) Semoga sukses dan dapet nilai yang terbaik. Semoga bisa ketemu lagi ya :)
Keempat, bakal kangen sama orang-orang di ruang teknisi. Kang Ahmad yang gokil dan selalu ngasih better gratis. Kang Krisna yang kalem dan selalu bagi-bagi makanan gratis. Kang Alex yang capruk dan selalu bikin rame ruangan. Trio teknisi yang selalu jalan-jalan dan jarang ada di ruangan. Trio teknisi yang udah aku anggep sebagai kakak sendiri. Pa Riki yang jago mengatasi masalah jaringan, yang ngurusin server dan segala yang barbau jaringan. Pasti kangen juga sama lagu Agnes Monica dan Ceng Zam Zam yang selalu diputer Pa Riki. Pasti full music kalo ada Pa Riki. Hehehe :p
Kelima, bakal kangen akhwat-akhwat luar biasa.
Teh Eva, yang udah bantuin tia untuk prakerin di CiNTe dan udah bantuin semuanya. Makasih banyak teteh :)
Teh Gia, pembimbing yang baik, gokil dan pinter banget masalah peng-kodingan. Bersyukur dapet pembimbing kayak Teh Gia.
Teh Dina, teteh cantik asli Aceh. Yang selalu ngajakin bareng pergi dan pulang kantor kalo bawa mobil. Karna kebetulan rumah teteh yang deket sama tia, hehehe :p
Teh Erlin, teteh yang bijaksana dan ke-ibuan. Gemes banget sama anaknya yang suka dibawa ke kantor.
Teh Nia, teteh cantik asli Aceh juga. Teteh yang dengan sabar ngajarin kita kalo tahsin hari jum’at. Selalu terngiang-ngiang suara merdunya Teh Nia kalo lagi tilawah. Subhanallah :) Selalu inget PR dari teteh, belajar huruf “ja”. Kalo lagi belajar makhorijul huruf selalu salah kalo ngucapin huruf “ja”, ga ngerti juga kenapa -______-
Teh Anggi yang akrab dipanggil Teh Enjie, teteh super gokil yang selalu bikin rame suasana, apalagi kalo udah gabung sama Teh Gia. Ah~ ngefans sama teteh :D
Teh Astri, teteh yang berwibawa, kalem, dan suka banget lagu-lagu barat.
Teh Wiluk, teteh yang ke-ibuan banget. Logat jawanya yang bikin kangen sama teteh.
Teh Lilis, teteh yang lucu dan lembut kalo lagi bicara. Teteh spesialis database yang mengatasi masalah per-database-an.
Sembilan akhwat yang udah tia anggap sebagai kakak tia sendiri. Maaf kalau tia banyak salah ya, terimakasih untuk semuanya.
Keenam, bakal kangen kegiatan rutin bapak-bapak bada dzuhur. Main PES. Hahaha :D Ga ikut main juga sih, hanya ngeliatin bapak-bapak yang seru dan gokil banget kalo udah main PES. Stik-stik PS yang berjajar lebih dari lima itu yang dijadikan senjata terpenting kalo lagi istirahat bada dzuhur. Apalagi kalo udah ada Pa Ipeh sama Pa Dani. Udah paling seru banget, dan bikin ketawa-ketawa sendiri.
Ketujuh, suasana Ramadhan di CiNTe. Karna kebetulan waktu Ramadhan lagi prakerin. Keputrian setiap hari jum’at bareng akhwat-akhwat dari entitas lain, murokaz khataman 30 juz setiap hari rabu bareng seluru karyawan di Insan Mulia Building. Buka bersama bareng akhwat-akhwat CiNTe di WS. Ah~ Ramadhan yang sangat berkesan.
Kedelapan, bakal kangen banget sama Ichaaaaaaaaa dan Zahraaaaaaaaaaaaaa :’) Anak-anak kecil yang lucu-lucu banget di Day Care. Yang selalu ketemu kalo setiap mau sholat. Icha pasti udah bisa jalan ya sekarang :) Zahra juga jangan galak-galak sama Icha ya, hehehe :D
Kesembilan, bakal kangen banget belajar Bahasa Inggris. Program baru yang muncul saat aku tinggal beberapa minggu lagi disini. Hiks hiks… :'(. Belajar Bahasa Inggris setiap hari Rabu pagi yang pernah bikin aku, Eka, dan Irfan speechless karana belajar tenses yang super kilat. Oh iya, sempet bareng-bareng Eka dan Irfan juga disini selama satu bulan :) Seru pokoknya. It’s Amazing! Ini Luar Biasa! Jargon yang selalu diucapkan setiap kali mau mulai belajar Bahasa Inggris.
Kesepuluh, bakal kangen banget sama Wifi kantor. Hehehe :P
Kesebelas, bakal kangen banget sama moment-moment di CiNTe. Ngerujak bareng, ngeliwet bareng, Nge-eskrim bareng, dan lain sebagainya.
Ke-sekian-sekian-sekian, yang ga bisa disebutkan satu persatu.
Pengalaman prakerin selama 4 bulan yang sangat luar biasa yang ga bisa tergantikan oleh apapun. Bersyukur pernah jadi salah satu bagian dari keluarga CiNTe. Syukron jazakumullah buat semua pihak yang udah membantu dan membimbing tia selama prakerin, semoga kebaikannya dibalas oleh Allah. Afwan jiddan atas segala kesalahan baik tutur kata atau tingkah laku yang kurang berkenan yang pernah tia lakukan.
Ya, Allah memang punya rencana yang lebih indah dibandingkan dengan rencana manusia. Tak ada kejadian yang tak memiliki hikmah. Allah selalu memilihkan jalan yang terbaik untuk kita. Banyak bersyukur, itu kuncinya :)

Ini cerita prakerinku, apa ceritamu? :)
View Post


"Mau ngelanjutin kemana?"

Pertanyaan itu yang terkadang membuatku galau. Tingkat 4 seperti ini, seharusnya sudah menentukan mau melanjutkan kemana. Saat memutuskan untuk masuk SMK, supaya cepat kerja dan mempunyai kompetensi keahlian. Sudah masuk SMK, ingin kuliah dan parahnya ingin pindah haluan, banting setir, balik kanan bubar jalan!

Seolah-olah fakultas yang satu ini melambai-lambaikan tangannya dan menyeretku untuk masuk kedalamnya dan meninggalkan kenanganku bersama script-script pemrograman luar biasa, yang sudah kurang lebih 3 tahun aku membersamainya :(

Di satu sisi, aku ingin sekali melanjutkan study di teknik informatikaku. Tapi disisi lain, aku ingin mengambil fakultas tarbiyah atau bahasa arab dan menjadi seorang guru. Sebenarnya, melanjutkan ke teknik informatika pun, karena aku ingin jadi seorang guru pemrograman. Aku hanya membingungkan kompetensi apa yang harus aku pilih.

Mungkin lebih baik kerja terlebih dahulu. Manfaatkan waktu kerja untuk menggali potensi, ke kompetensi mana aku lebih interest. Buat maslahat dan mudharatnya, kelebihan dan kekurangannya dari masing-masing kompetensi. Pilih kompetensi yang lebih banyak maslahatnya, untuk aku sendiri, orang tua, orang-orang sekitar, dan tentunya untuk umat!

Lalu mengapa dibuat ribet? Istikhoroh, Allah pasti kasih jawaban :)

Lalu bagaimana dengan hobi menulisku? Itu biarkan saja menjadi hobi, tapi hobi yang bisa menghasilkan sesuatu, hobi yang bisa memberikan manfaat untuk banyak orang.

Bismillahirrahmaanirrahiim

View Post

“Ya Allah, aku mohon pilihan-Mu dengan ilmu-Mu dan aku mohon kesanggupan-Mu dengan kekuasaan-Mu. Aku mohon kepada Engkau dengan keutamaan Engkau yang agung. Sesungguhnya Engkau berkuasa dan aku tidak berkuasa, Engkau mengatahui dan aku tidak mengetahui yang cela. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusanku, maka tentukanlah ia untukku dan mudahkan ia untukku kemudian berikanlah keberkatan untukku di dalamnya. Dan jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akibat urusanku, maka palingkanlah ia daripadaku dan palingkanlah aku daripadanya serta tentukan kebaikan untukku dimana saja ia berada, kemudian relakanlah hatiku dengannya.”



Hari ini bisa disebut shocking day, atas semua  info-info yang diterima. Entah dimulai minggu ini, bulan ini, bulan depan, atau nanti bulan september? Hari besok, semuanya akan diperjelas dengan melangkahnya kaki ke tempat itu.  Tidak ada yang direncanakan, direkomendasikan atau apapun. Berawal dari obrolan ringan dua hari yang lalu yang mengantarkan ana untuk berangkat lebih cepat dari sahabat-sahabat yang lain.
Ga pernah terpikir atau terbesit sedikit pun. Allah telah menyusun skenario dengan begitu hebatnya. Tempat yang awal memang sebaiknya di cencel dan harus yakin kalau itu bukan yang terbaik. Walaupun persiapannya hanya beberapa jam, InsyaAllah dengan izinNya ana yakin melangkahkan kaki dan menetapkan hati. Mental? Materi? Semuanya bisa dilatih dan ditingkatkan seiring berjalannya waktu.



Ya Allah... Jika ini yang terbaik, berkahillah, mudahkanlah urusannya dan terangilah jalannya. Jika belum yang terbaik, tetapkan hamba dalam ikhtiar dan tawakal kepadaMu.



Selamat Prakerin Sahabat... :)
View Post

Apa kabar raga? Mudah-mudahan selalu diberikan kesehatan. Apa kabar iman? Semoga semakin hari semakin meningkat keimanannya. Hanya sekedar ingin menyapa sahabat-sahabat semua. Sudah lama tidak bertatap muka, bertegur sapa, melingkar dan membahas "masalah" (yang dibahas masalah terus perasaan :p).

Ikut nyampah yah! Semoga mau nerusin baca tulisan "ga penting" ini ya? Ga akan menimbulkan efek samping apapun ko. Hehehe

Udah berapa lama ya ga bahas masalah? Ga beradu argumen? Ga ngurusin adik-adik tersayang (#tersayang? :p hehehe)? Ga kumpul-kumpul walaupun geje? Ga silaturrahim? Pulang kemaleman karena rapat yg ga pernah bisa efisien? Ga jenguk orang yang sakit (emang siapa yg sakit? --a)?
Setelah beberapa bulan ini disibukkan dengan berbagai macam ujian, gimana nih ujannya? (telat nanyanya --" ujiannya udah dari kapaaan). Sangat sulit, sulit, biasa aja, mudah, atau sangat mudah? (cukup dijawab dalam hati) Semoga ujian kemarin adalah sarana bagi kita untuk meningkatkan keimanan kepadaNya.

Udah lama juga ga pake si hitam hijau? Mungkin udah disimpen ditumpukkan paling bawah dan terlipat rapi. Jadi teringat dua tahun lalu waktu mendapatkan si hitam hijau. Lahirnya ruhul jadid @36 di cisintok (suara bayi menangis #apasih). Inget wajah-wajahnya waktu lagi pembagian baju, ada yang nangis, bingung, "lempeng" (buat siapa aja yang ngerasa, hehehe :p). Udah kaya skenario drama ftv stasiun televisi *piiiiiiiiiip*

Sudah sunatullah perjalanan ini dipenuhi kerikil tajam. Yang terkadang curamnya tidak mampu kita daki, badainya tidak mampu kita lalaui, namun ketahuilah sahabat-sahabat, karena tidaklah Allah memberikan ujian, MELAINKAN IA MENCINTAIMU.

"Allah mengujimu untuk meninggikan derajatmu di surga, KARENA IA MENCINTAIMU. 
Ia mengujimu agar kamu sadar dari kalalaian jiwamu dan agar kamu tidak terlena dengan dosa-dosamu, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu untuk menghapus kesalahanmu, karena Ia mengharamkan nerakaNya darimu, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu agar kamu menyadari nikmat-nikmatNya sehingga kamu dapat mensyukurinya, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu agar kamu mengetahui nilai dunia dan hakikatnya, sehingga kamu menyadari betapa bernilainya akhirat, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu supaya kamu berhak mendapatkan ridho dariNya, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu agar kamu merasa rendah dihadapanNya, sehingga kamu senantiasa berdo'a di malam hari dan berharap Allah segera mengabulkan do'amu, serta mengganti satu nikmat yang telah hilang dengan nikmat lain yang berlimpah, KARENA IA MENCINTAIMU.
Ia mengujimu agar kamu masuk syurga dengan jalan yang sangat mudah, KARENA IA MENCINTAIMU."

Afwan, terlalu banyak nih nyampahnya. Hehehe
Ini ceritaku, apa ceritamu? :p 
View Post


Terimakasih banyak ya temen-temen kelasku. Terharu banget waktu dapet hadiah ini, hadiah di usia yang ke-17. Kapan kalian bikin ini semua? Ko aku ga tau ya? hehe :) Keren, aku suka banget sama hadiahnya.. Apalagi puisi sama ucapan-ucapannya, so sweeeeeet sekali.. Berkali-kali terimakasih deh :) Love you all <3
View Post